Jajanan favorit anak-anak tentu beraneka ragam, mulai dari yang biasa dijual di depan sekolah, swalayan maupun yang disediakan Ibunda di rumah. Sangat wajar jika anak-anak begitu suka dengan jajanan yang memiliki tampilan berwarna-warni, selain tampilan cita rasanya pun bervariasi, mulai dari manis, asin, bahkan pedas sekalipun.

Menyesuaikan dengan kemampuan beli anak-anak pada umumnya, banyak sekali jajanan dijual dengan harga begitu murah. Namun, perlu dicermati bahwa tidak semua jajanan yang dijual itu sehat untuk dikonsumsi anak-anak apalagi dalam jumlah berlebihan. Jajanan tidak sehat yang terlalu sering dikonsumsi akan menumpuk racun dan penyakit dalam tubuh si kecil. Sayangnya, terkadang kita seringkali terkecoh dengan warna maupun kemasan jajanan yang beredar. Yuk lebih cermat lagi.

BACA JUGA : 10 Resep Sempol Ayam Yang Enak, Kenyal, Empuk & Bikin Nagih

Berikut Beberapa Daftar Jajanan Tidak Sehat Yang Berbahaya Bagi Anak-Anak

1. Cilok atau Cimol

Olahan dari aci baik digoreng maupun direbus dengan disajikan bersama varian bumbu bubuk. Saat ini cilok menjadi jajanan favorit banyak orang, termasuk anak-anak. Namun, cilok dijual dengan cara berkeliling terbuka, sehingga debu dan kotoran mudah menempel. Debu dan kotoran mungkin tercemar bakteri seperti campylobacter, Clostridium difficile, Escherichia coli, salmonella, serta shigella.

Bakteri-bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan, salah satu gejalanya adalah diare. Sambal cilok yang kental dan berwarna merah pekat ini juga berbahaya. Sebab saus dibuat dari pengenyal yang umumnya terbuat dari boraks dan diberikan pewarna tekstil Rhodamin B. Hayo siapa yang hampir setiap hari makan cilok dan bumbu-bumbunya itu?

2. Sosis dan Nugget

Anak-anak pasti suka dengan olahan daging sapi atau ayam yang satu ini. Mulai dari yang siap saji maupun harus diolah sebagai makanan dahulu. Eh tapi tau tidak bahwa menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daging olahan adalah daging yang sudah mengalami perubahan lewat penggaraman, fermentasi, pengasapan, atau pengawetan.

Proses pengawetan dan peningkatan rasa biasa dilakukan dengan menambahkan zat-zat kimia pada daging. Daging olahan seperti bacon, sosis, daging ham, dan nugget dapat menjadi penyebab kanker. Nah, kebiasaan masyarakat Indonesia sering kali menjadikan sosis dan nugget sebagai lauk utama perlu diwaspadai nih!

3. Sirup Warna Warni

Di depan sekolah sering kali ditemui penjual minuman sirup warna-warni baik dengan wadah gelas maupun plastik. Warnanya yang menarik tentu menarik perhatian anak-anak. Padahal, sirup yang dijual di pinggir jalan seperti itu biasanya mengandung gula buatan fruktosa dan pewarna Rhodamin B. Rhodamin B berpotensi mengembangkan sel-sel kanker, juga merusak hati.

Selain Rhodamin B, pewarna berbahaya lain yang ada pada jajanan anak adalah Methanil Yellow yang menghasilkan warna kuning kecoklatan. Pewarna ini merupakan pewarna tekstil dan cat, biasa ditambahkan pada kerupuk bawang dan ice cone. Metanil Yellow dapat menyebabkan keracunan dan gangguan hati. Sebaiknya bawakan buah hati Anda minuman buatan rumah, sudah jelas jauh lebih sehat bunda.

4. Keripik Kentang

Siapa sih yang tidak suka rasa gurih dan renyah keripik kentang? Keripik kentang merupakan pilihan cemilan bagi anak-anak yang menyukai rasa asin, apalagi saat ini keripik kentang hadir dalam berbagai rasa. Keripik kentang diolah dengan cara deep fry, alias direndam dalam minyak panas sampai garing. Minyak merupakan sumber kalori dan lemak jenuh yang bisa membahayakan jantung.

Keripik kentang juga mengandung garam dan lemak trans yang tinggi, sehingga bisa menjadi pemicu gangguan kardiovaskular seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, bahkan stroke. Sepertinya bukan hanya anak-anak nih yang harus mengurangi camilan keripik kentang, orang dewasa juga ya!

5. Permen

Mulai dari menthol, jeruk, susu, kopi, dan aneka rasa lainnya, permen menjadi salah satu daftar jajanan favorit anak-anak. Rasanya yang manis dan bentuk serta warna yang lucu mengundang perhatian tersendiri. Sayangnya, permen mengandung gula buatan, biasanya jenis fruktosa, dan memiliki sangat sedikit zat gizi.

Fruktosa dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas. Terlalu banyak mengkonsumsi permen juga menyebabkan gigi rusak karena makanan manis mudah mengundang bakteri di gigi, merusak hati (liver), juga kecanduan.

6. Jelly atau Agar-agar

Anak-anak pasti pernah membeli agar-agar berwarna-warni yang dijual dengan cara dipikul. Warna-warnanya yang menarik ini ternyata berasal dari pewarna tekstil. Tidak hanya itu, setelah diuji di laboratorium Dinas Kesehatan, agar-agar ini juga terbukti mengandung boraks. Dua bahan kimia tersebut bisa mengakibatkan gangguan kesehatan pada anak.

Untuk bisa membedakannya, agar-agar asli biasanya punya warna bercahaya, rasa manisnya tidak meninggalkan pahit di lidah, mudah hancur, dan cepat basi. Sedangkan agar-agar kimia memiliki warna yang sangat pekat, rasanya manis dan pahit, kenyalnya padat, dan tidak mudah basi. Nah jauh lebih baik jika mengkonsumsi agar-agar buatan Ibunda di rumah kan!

7. Telur Gulung

Pada zaman kekinian ini, jenis-jenis makanan pun juga terus berinovasi, salah satunya yaitu telur gulung. Jika dahulu jajanan ini dibuat dengan cetakan bentuk bulat kecil, sekarang kamu dapat menjumpainya dengan tampilan telur yang digulung menggunakan lidi kayu. Proses pembuatannya yang unik menjadikan telur gulung digemari banyak orang termasuk anak-anak.

Selain itu, telur gulung menjadi salah satu jajanan yang banyak diminati oleh anak-anak karena rasanya yang gurih disandingkan dengan bumbu-bumbu micin dan saus pedas lainnya. Sayangnya, minyak goreng yang digunakan berulang-ulang kali disertai saus sambal berpengawet menjadikan telur gulung tidak sehat untuk dikonsumsi anak-anak secara berlebihan.

8. Lidi-lidian

Dari dulu hingga sekarang, camilan satu ini tak pernah sepi pengunjung. Dengan berbagai varian rasa, lidi-lidian tampil sebagai camilan gurih dan nikmat sambil menemani aktivitas. Namun, tahukah kamu bahwa lidi-lidian mengandung banyak micin yang dapat menjadi pemicu kanker pada tubuh. Penyakit radang tenggorokan juga menjadi penyakit paling sering yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi jajanan ini. 

9. Mie Instan

Meskipun tidak terdengar sebagai sebuah jajanan, tapi mie instan seringkali dijual di depan sekolah dan dikonsumsi sebagai jajanan oleh anak-anak lho! Murah dan mengenyangkan. Mie instan satu ini memang paling cocok disantap oleh kalangan anak-anak karena ukurannya yang mini tetapi pas di perut.  Apabila jajanan ini dikonsumsi setiap hari dapat mengakibatkan kesehatan yang buruk bagi pertumbuhan anak.

10. Gulali

Makanan tempo doeloe (jadul) ini memang selalu menarik perhatian masyarakat, khususnya anak-anak. Permen gulali dengan macam-macam bentuk ini seringkali dibuat menyerupai karakter tokoh kartun anak-anak maupun bentuk-bentuk unik lainnya. Untuk mengubah tampilan permen jadi lebih menarik, para penjual juga menambahkan pewarna dalam permen. Namun, permen gulali ini sama sekali tidak higienis dan kandungan didalamnya mampu memicu penyakit radang tenggorokan dan penyakit lainnya.

Nah, diatas beberapa contoh jajanan tidak sehat yang biasa dikonsumsi anak-anak. Tentunya mengkonsumsi jajanan tidak sehat secara sering dan berlebihan dapat membahayakan tubuh si kecil. Yuk, perbaiki pola makan kita dimulai dari mengurangi jajanan tidak sehat!

Leave a comment