Saat ini pelaku bisnis kuliner harus terus berinovasi untuk mengoptimalkan dan mengembangkan bisnisnya. Mengingat persaingan di industri kuliner sangatlah ketat dan dinamis. Bukan hanya terkait kualitas rasa serta pelayanan, operasional dan manajemen bisnis juga harus mendapatkan perhatian tersendiri agar keduanya dapat berjalan efektif dan efisien.

Beberapa waktu kebelakang, ghost kitchen menjadi salah satu tren di tengah bisnis kuliner. Ini bisa menjadi salah satu inovasi yang bisa kamu pilih untuk bisnismu. Ulasan kali ini akan memberikan informasi lengkap terkait seluk-beluk ghost kitchen dan manfaatnya untuk bisnis kuliner.

Pengertian Ghost Kitchen

Ghost kitchen memiliki banyak istilah nama lain yang dikenal masyarakat yaitu dark kitchen, dapur bayangan, atau dapur virtual. Pada dasarnya ghost kitchen adalah suatu fasilitas pembuatan dan pengolahan makanan yang mempersiapkan makanan untuk dikirim ke pelanggan.

BACA JUGA : Turunkan Berat Badan! Ini Dia 5 Menu Diet Saat Puasa yang Bisa Kamu Coba

Sederhananya, ghost kitchen juga bisa diartikan sebagai suatu restoran tanpa area makan yang di dalamnya mampu memenuhi pengiriman pesanan makanan. Berdasarkan pengertian dari ghost kitchen sendiri, tidak heran jika inovasi ini cocok sebagai solusi bisnis kuliner khususnya di masa pandemi untuk mengurangi kontak dan kerumunan.

Jenis-Jenis Ghost Kitchen

Mesti secara garis besar terlihat sama, sebenarnya ada beberapa jenis ghost kitchen yang umum digunakan di bisnis kuliner. Masing-masing tentu memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. Berikut beberapa jenis ghost kitchen yang bisa kamu temukan:

  1. Inkubator atau Pop-Up Kitchen

Inkubator atau pop-up ghost kitchen adalah sebuah ruangan yang menempel pada bangunan restoran, namun ruangan ini hanya digunakan untuk memenuhi pesanan dan juga pengiriman online

  1. Commissary atau Dapur Bersama

Dapur commissary adalah suatu ruang komersial yang digunakan bersama di beberapa restoran. Ruangan ini dilengkapi dengan seluruh perlengkapan dan juga peralatan masak yang kamu perlukan untuk memenuhi pesanan online dengan tanpa modal besar.

  1. Kitchen Pods

Kitchen pods adalah jenis ghost kitchen yang paling sederhana. Biasanya ghost kitchen ini menggunakan kontainer pengiriman dan sering ditempatkan di tempat parkir belakang restoran.

Keuntungan menggunakan Ghost Kitchen

  1. Hemat Biaya

Hal mendasar yang menjadi kelebihan konsep ghost kitchen adalah lebih hemat biaya daripada membuka restoran. Selain tidak butuh modla untuk aset area makan, kamu juga tidak perlu adanya karyawan untuk melayani pelanggan di tempat. 

  1. Mudah Berkembang dan Adaptif

Konsep ghost kitchen memungkinkan kamu untuk bisa lebih mudah untuk beradaptasi dan berkembang di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini. Kamu bisa memfokuskan bisnis untuk berinovasi terhadap kualitas rasa masakan.

  1. Logistik Yang Sederhana

Kamu bisa menerima pesanan lebih banyak karena kamu hanya fokus pada pengolahan makanan dan pengiriman ke pelanggan. Tidak perlu lagi alokasi anggaran dan pikiran untuk mempersiapkan logistik tambahan seperti sarana-prasana tempat makan, pembayaran di tempat, dan sebagainya.

Kekurangan Model Bisnis Ghost Kitchen

Selain kelebihan ghost kitchen di atas, model bisnis ini tentu mempunyai kekurangan tersendiri. Kekurangan yang paling bisa dirasakan adalah kamu tidak bisa benar-benar mengetahui saingan bisnis kamu dengan jelas. Selain itu berbeda halnya dengan restoran pada umumnya yang bisa saja mendapatkan pelanggan dari mana saja dan siapapun yang singgah atau kebetulan lewat, sedangkan hal tersebut tidak berlaku di ghost kitchen.

Setelah mengetahui pengertian, jenis, dan kelebihan serta kekurangan ghost kitchen, apakah kamu tertarik untuk memulai bisnis dengan konsep ghost kitchen? Kamu bisa memilih teknologi ESB untuk menerapkannya! Mulai dari urusan transaksi dan laporan keuangan, terima order online, hingga layanan pesan antar untuk bisnis kulinermu

Leave a comment