Dalam usaha perdagangan, rumus HPP adalah hal wajib yang harus dipahami oleh pengusaha. HPP sendiri adalah kependekan dari Harga Pokok Penjualan, yaitu jumlah seluruh modal baik yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung untuk membuat suatu produk. Harga ini lah yang menjadi acuan pengusaha dalam menentukan harga jual.

HPP berbeda dengan harga jual yang akan dibayar oleh konsumen. Harga jual sendiri adalah HPP yang sudah ditambah dengan laba yang kamu hendaki. Sehingga, sebelum kamu menentukan harga jual produkmu, kamu harus mengetahui HPP produk yang akan kamu jual. Jika kamu akan membuka usaha khususnya di bidang kuliner, simaklah penjelasan dan rumus HPP lengkap di bawah ini agar bisnismu tidak rugi.

1. Food Cost Ideal

Food cost ideal adalah persentase food cost yang dihitung berdasarkan rumus ideal. Dalam usaha kuliner, food cost yang ideal berkisar antara 20% hingga 35%. Adapun rumus food cost ideal adalah sebagai berikut ini:

Modal / Harga jual x 100%

Agar kamu dapat memahaminya lebih jelas, simaklah contoh penghitungan food cost ideal di bawah ini.

Satu porsi nasi goreng membutuhkan:

  • Nasi putih = Rp 1.000
  • Ayam = Rp 2.000
  • Telur = Rp 1.500
  • Sayuran = Rp 500
  • Kerupuk = Rp 1.000
  • Bumbu & Aneka saus = Rp 1.000
  • Acar = Rp 400
  • Gas = Rp 1.000
  • Minyak goreng = Rp 700
  • Wadah = Rp 700

Berdasarkan data tersebut, satu porsi nasi goreng membutuhkan total modal sebesar Rp 9.800. Selanjutnya, kamu harus menentukan harga jual nasi goreng tersebut. Tentunya juga bergantung pada lokasi dan segmen pasar yang kamu targetkan. Misalnya harga jual satu porsi nasi goreng tersebut Rp 36.000. Kemudian hitung food cost idealnya berdasarkan rumus di atas.

Modal / Harga jual x 100% = Rp 9.800 / Rp  36.000 x 100% = 27,2%

Berdasarkan perhitungan tersebut, food cost idealnya adalah sebesar 27,2% dan termasuk dalam range standar food cost ideal.

BACA JUGA : Cara Termudah Membuat Nasi Kucing Angkringan Khas Jogja

2. Food Cost Aktual

Food cost aktual adalah persentase food cost yang memperhitungkan persediaan awal dan akhir bahan. Food cost aktual digunakan untuk mengetahui apakah food cost ideal yang telah ditentukan sesuai dengan kenyataan di dapur atau tidak. Dalam penerapannya, perhitungan food cost aktual membutuhkan data pembelian, stok yang ada, dan stok akhir bahan baku.

a. Perhitungan HPP

Adapun contoh perhitungan HPP untuk kedai nasi goreng adalah sebagai berikut:

  • Stok awal = 20 porsi
  • Total modal stok awal = 20 x Rp 9.800

= 196.000

  • Pembelian bahan baku (dalam 1 minggu) = 100 x Rp 9.800

= 980.000

  • Stok akhir = 4 x Rp 9.800

= Rp 39.200

  • HPP = Stok awal + Pembelian stok + Stok akhir

= Rp 196.000 + Rp 980.000 + Rp 39.200

= Rp 1.215.200

b. Perhitungan Food Cost Aktual

  • Produk terjual (misal: 110) = 110 x Rp 36.000

= Rp 3.960.000

Rumus food cost aktual sebagai berikut:

HPP / Total harga jual x 100%

= Rp 1.215.200 / Rp 3.960.000x 100%

= 30,6%

Idealnya, food cost aktual memang lebih tinggi daripada nilai food cost ideal. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya bahan baku yang basi atau sudah rusak. Selisih antara food cost ideal dan food cost aktual yang wajar adalah tidak lebih dari 20%. Apabila lebih dari itu, kemungkinan terjadi pemborosan dalam proses pembuatan.

Setelah mengetahui penjelasan mengenai rumus HPP, segeralah koreksi perhitungan dan harga produk jualanmu. Jangan sampai kamu justru malah merugi dalam berdagang. Jadi pastikan kamu sudah menghitung semuanya secara teliti, ya!

Leave a comment